Dupena.id, GORONTALO – Penindakan alat berat yang diduga beroperasi di tambang emas ilegal di Kabupaten Gorontalo memunculkan kejanggalan.
Bukannya memberikan kejelasan, kepolisian justru terkesan saling lempar tanggung jawab.
Persoalan ini bermula saat Polsek Mootilango mengamankan satu unit ekskavator Hyundai berwarna kuning di Dusun Pasir Putih, Desa Pilomonu pada Rabu, 13 Maret 2025,
Polisi juga menangkap tiga orang yang diduga sebagai operator alat berat tersebut. Ketiganya lantas dibawa ke Polres Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan.
Namun, upaya mendapatkan informasi soal kasus ini seolah menemui jalan buntu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Gorontalo enggan memberikan keterangan dan mengarahkan media ke Bidang Humas.
“Nanti di cek ke Humas saja,” kata Kasat Reskrim Polres Gorontalo saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Bidang Humas Polres Gorontalo juga tak memberi jawaban pasti. Mereka mengaku masih berkoordinasi dengan Polsek Mootilango.
Anehnya, Kapolsek Mootilango, IPDA Uco Harun, saat dihubungi justru menyatakan bahwa kasus ini sudah ditangani Polres Gorontalo.
“Iya, sudah ditangani oleh pihak Polres,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, kasus pertambangan emas tanpa izin (PETI) bukan hal baru di Gorontalo. Penindakan kerap dilakukan, tetapi praktik ilegal ini terus berulang.
Dugaan adanya oknum yang melindungi bisnis tambang ilegal juga sudah sering muncul.
Hingga berita ini ditulis, Polres Gorontalo belum memberikan keterangan resmi terkait status tiga operator yang ditangkap maupun alat berat yang diamankan.